Doa Gempa Bumi

6 min read

Gempa bumi adalah hal yang sangat ditakuti oleh setiap orang. Karena gempa bumi dapat berdampak buruk untuk kehidupan. Dan jika terjadi gempa bumi maka bacalah doa gempa bumi, agar seluruh anggota keluarga kita dapat selamat.

Gempa bumi di Indonesia sangat sering terjadi bahkan hampir setiap tahun rutin terjadi. Baik itu berskala kecil maupun gempa berskala besar.

Gampa bumi terjadi akibat pergeseran permukaan bumi yang menimbulkan sebuah getaran. Gempa bumi juga meliputi tsunami, gunung meletus, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

Selain itu gempa bumi juga dapat diartikan sebagai peringatan atau azab kepada manusia yang berbuat maksiat dan keji di muka bumi ini agar mereka jera dan bertaubat.

Doa Gempa Bumi

Sebagai manusia kita hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT dan berlindung hanya kepada-Nya saat sedang terjadi bencana. Berikut adalah doa gempa bumi :

doa gempa bumi dan artinya

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini.

Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya. Dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa – apa yang Engkau kirimkan.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim.

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.”

اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya :

“Ya Allah, angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya. Dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang.”

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fid diini wa ‘aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi. Wa barokatan fir rizqi wa taubatan qoblal mauti wa rahmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti.

Artinya :

“Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan atau kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi. Serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.”

Baca juga : Doa Keselamatan

Amalan Ketika Gempa

Ketika sedang terjadi gempa bumi maka amalan – amalan berikut ini dapat anda amalkan selain doa gempa bumi :

  1. Bertaubat kepada Allah SWT.
  2. Perbanyak beristigfar, berdzikir, dan berdoa kepada Allah SWT.
  3. Membantu para korban bencana.
  4. Menegakka amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menegakkan dakwah, saling menasehati.

Hadis Gempa Bumi

Berikut adalah beberapa hadis yang menjelaskan tentang gempa bumi :

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – An’am ayat 42 sampai 44  dan ayat 65 :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul – rasul kepada umat – umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan menimpakan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon kepada Allah SWT dengan tunduk merendahkan diri.” (QS Al – An’am : 42)

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah SWT dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka. Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syetan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Al – An’am : 43)

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. Kami pun membukakan semua pintu – pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS Al – An’am : 44)

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ

“Katakanlah Wahai Muhammad : ‘Dia Allah Maha Berkuasa untuk mengirimkan adab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan – golongan yang saling bertentangan, dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain’.” (QS Al – An’am : 65)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Isra’ ayat 59 :

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Dan tidaklah Kami memberi tanda – tanda itu melainkan untuk menakut – nakuti.” (QS Al – Israa : 59)

Allah SWT berfirman di dalam QS An – Naml ayat 27 :

وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍإِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ

“Dan kamu sangka gunung – gunung itu tetap kokoh di tempatnya, padahal gunung – gunung itu bergerak seperti awan yang bergerak. Allah telah membuat segala sesuatu dengan kokoh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS An – Naml : 27)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Fushilah ayat 53 :

سَنُرِیۡہِمۡ اٰیٰتِنَا فِی الۡاٰفَاقِ وَ فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ حَتّٰی یَتَبَیَّنَ لَہُمۡ اَنَّہُ الۡحَقُّ ؕ اَوَ لَمۡ یَکۡفِ بِرَبِّکَ اَنَّہٗ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ شَہِیۡدٌ

“Kami menunjukkan tanda – tanda kekuasaan kepada mereka sehingga jelaslah bahwa Al – Qur’an adalah benar. Dan Tuhanmu adalah cukup bagimu sebab Dia menyaksikan segala sesuatu.” (QS Al – Fushilah : 53)

Allah SWT berfirman di dalam QS An – Nisa ayat 79 :

مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh dari Allah SWT. Dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS An – Nisa : 79)

Allah SWT berfirman di dalam QS Asy – Syuura ayat 30 :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan – kesalahanmu.” (QS Asy – Syuura : 30)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Hadid ayat 22 :

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS Al – Hadid : 22)

Allah SWT berfirman di dalam QS At – Taghobun ayat 11 :

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah.” (QS At – Taghobun : 11)

Allah SWT berfirman di dalam QS Ar – Rum ayat 41 :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah SWT merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS Ar – Rum : 41)

Allah SWT berfirman di dalam QS An – Nahl ayat 45 dan 46 :

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لا يَشْعُرُونَ * أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِين

“Maka apakah orang – orang yang membuat makar dengan melakukan maksiat itu, merasa aman dari bencana ditenggelamkannya bumi oleh Allah SWT bersama mereka. Atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Atau Allah SWT mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali – kali mereka tidak dapat menolak azab itu.” (QS An – Nahl : 45 – 46)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Ankabut ayat 40 :

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing – masing dari mereka itu Kami siksa disebabkan olehh dosanya. Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar). Dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan. Dan Allah sekali – kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS Al – Ankabut : 40)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – A’raf ayat 94, 96, dan ayat 97 sampai 99 :

“Kami tidaklah mengutus seorang nabi pun kepada suatu negeri. Lalu penduduknya mendustakan nabi itu, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.” (QS Al – A’raaf : 94)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekiranya penduduk negeri – negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan ayat – ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya sendiri.” (QS Al – A’raaf : 96)

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ, أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ, أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah penduduk negeri – negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri – negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adab Allah yang tidak terduga – duga? Tiadalah yang merasa aman dari adab Allah kecuali orang – orang yang merugi.” (QS Al – A’raaf : 97 – 99)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Anfal ayat 33 :

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿٣٣﴾

“Dan Allah sekali – kali tidak akan mengadab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengadab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS Al – Anfal : 33)

Rasulullah SAW bersabda : 

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat.” (HR Muslim)

Dari Ummu Salamah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

إذا ظهرت المعاصي في أمتي عمهم الله بعذاب من عنده ، فقلت يا رسول الله ، أما فيهم يومئذ أناس صالحون ؟ قال : بلى ، قلت : كيف يصنع بأولئك ؟ قال : يصيبهم ما أصاب الناس ، ثم يصيرون إلى مغفرة من الله ورضوان

“Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang – terangan pada umatku, maka Allah SWT akan menimpakan adab-Nya secara merata.”

Aku bertanya : ‘Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang – orang yang shaleh?’

Beliau bersabda : ‘Benar.’

Ummu Salamah kembali bertanya : ‘Lalu apa yang akan diterima oleh orang ini?’

Beliau menjawab : ‘Mereka mendapatkan adab sebagaimana yang dirasakan masyarakat, kemudian mereka menuju ampunan Allah SWT dan ridha-Nya.” (HR Ahmad)

Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم ويتقارب الزمان وتكثر الزلازل ، وتظهر الفتن ، ويكثر الهرج ” قيل وما الهرج يا رسول الله ؟ قال : القتل القتل

“Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah meraja lela, dan banyak terjadi al – haraj.”

Sahabat bertanya : ‘apa itu al – haraj?’

Beliau menjawab : ‘Pembunuhan, pembunuhan’.” (HR Bukhari)

Dari Aisyah, ia mengatakan :

إذا استباحوا الزنا ، وشربوا الخمور ، وضربوا بالمعازف ، غار الله عز وجل في سمائه ، فقال للأرض : تزلزلي بهم ، فإن تابوا ونزعوا ، وإلا أهدمها عليهم

“Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah SWT yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah SWT perintahkan kepada bumi : ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.

Dari Imam Ibnu Qoyyim al – Jauziyyah, ia mengatakan :

“Kadang – kadang Allah SWT mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat. Sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah SWT,kesedihan, taubat dan berserah diri kepada Allah.”

Dari Imam Syafi’i, ia mengatakan :

“Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih.”

Dari Syaikh Zakariya al – Anshari menjelaskan dalam kitab Asna al – Mathalib Syarh Raudhuth Thalib :

“Dianjurkan bagi setiap muslim untuk merendahkan diri di hadapan Allah SWT dengan memperbanyak doa dan semisalnya ketika terjadi gempa bumi, petir atau halilintar, angin kencang, atau bencana alam lainnya. Selain itu, hendaknya ia juga melaksanakan sholat sendir i -sendiri di rumahnya agar tidak lalai dari mengingat Allah SWT.

Dari Syaikh Ibnu Baz, ia mengatakan :

“Tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi, gerhana matahari, gerhana bulan, angin ribut, banjir bandang, dan gejala alam lainnya adalah bersegera bertobat kepada Allah SWT. Bersimpuh di hadapan-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan memperbanyak zikir serta istighfar.”

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai doa gempa bumi dan amalan – amalan yang dapat kita amalkan jika terjadi gempa bumi serta beberapa hadis yang menjelaskan tentang itu.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa – dosa dan kesalahan – kesalahan kita semua. Aamiin.

Referensi:

Doa Ketika Gempa Bumi

Doa Ruqyah

haneenakira
4 min read

Doa Kamilin

haneenakira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *