Doa Saat Haid

4 min read

Doa saat haid bagi seorang wanita sangat dianjurkan, karena haid juga merupakan salah satu keistimewaan dari wanita. Dimana wanita tidak boleh melakuan beberapa ibadah yang sebelumnya merupakan kewajibannya.

Haid ini merupakan keadaan yang ladzim terjadi pada wanita yaitu keadaan dimana perubahan fisiologis dari seorang wanita yang terjadi secara berkala atau datang sebulan sekali.

Pada saat sedang haid wanita akan mengeluarkan darah selama 2 sampai 7 hari atau yang paling lama adalah 15 hari. Dan ketika seorang wanita sedang haid, maka wanita tersebut tidak boleh melakukan beberapa ibadah.

Ibadah yang tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid adalah sholat, puasa, thawar di ka’bah, menyentuh mushaf, i’tikaf, dan berhubungan intim.

Karena pada saat sedang haid seorang wanita itu dalam keadaan kotor sedangkan untuk melakukan ibadah tersebut kita harus dalam keadaan yang suci.

Lalu amalan apa yang harus dilakukan ketika seorang wanita sedang haid? Berikut adalah beberapa amalan yang harus kita lakukan sebagai seorang wanita yang sedang haid. Salah satunya adalah berdoa.

Doa Saat Haid

Di bawah ini adalah doa saat kita sedang haid baik hari pertama maupun hari heri berikutnya, yaitu :

Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullaha min kulli zanmbin.

Artinya :

“Segala puji bagi Allah SWT di atas segala hal dan aku memohon ampunan hanya kepada Allah SWT dari segala dosa.”

Amalan Saat Haid

Selain membaca doa ketika haid kita juga dapat melakukan hal – hal berikut ini :

  1. Memperbanyak istighfar, bertaubat, dan berdzikir kepada Allah SWT.
  2. Muhasabah diri atau memperbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi.
  3. Memmbaca Al – Qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf atau dapat juga membaca Al – Qur’an dengan hp atau tablet yang ada aplikasi Al – Qur’an di dalamnya.
  4. Membaca asmaul husna atau 99 nama – nama Allah SWT.
  5. Membaca Al – Ma’thurat dan niatkan untuk berzikir.
  6. Membaca dan menghafal kitab – kitab Hadist.
  7. Membaca buku, majalah, dan risalah agama.
  8. Mengulangi surat – surat yang biasa diamalkan.
  9. Mengkaji dan memahami terjemahan Al – Qur”an.
  10. Mendengar bacaan Al – Qur’an dan ceramah melalui tv, dvd, media sosial, youtube, dan lain sebagainya.
  11. Menghadiri beberapa majlis – majlis ilmu yang diadakan untuk menambah ilmu.
  12. Membasuh pakaian untuk ibadah seperti mukena, sajadah, dan yang lainnya.
  13. Menjalankan kerja – kerja dakwah (jika ada).
  14. Melakukan segala hal dengan sabar dan tekun, seperti belajar dan bekerja.
  15. Menjalin dan mempereratkan tali silaturahim dengan saudara, keluarga, kerabat, teman, sahabat, dan yang lainnya.
  16. Melafazkan takbir dan menghadiri sholat ketika hari raya baik itu idul fitri maupun idul adha.
  17. Mengerjakan segala ibadah haji dan umrah kecuali tawaf dan sholat.
  18. Berbakti kepada kedua orang tua.
  19. Bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW, seperti sholawat nariyah, taisir, dan faith.
  20. Bersujud ketika mendengar ayat sejadah.
  21. Bersabar dan menjaga tutur kata serta kebersihan diri.
  22. Berkhidmat dan membantu suami dan keluarga serta mengurus urusan rumah tangga.
  23. Tolabul Ilmi’ atau menambahkan ilmu pengetahuan.
  24. Qiamullail atau menghidupkan malam dengan bermunajat, bertasbih, bertafakur, berzikir, bertahmid, bertahlil, dan lain sebagainya.
  25. Dapat juga membantu mencuci peralatan sholat surau dan masjid.
  26. Sediakan makanan untuk orang berpuasa baik untuk ia sahur maupun untuk ia berbuka.
  27. Perbanyak infaq dan sedekah atau memberi orang yang membutuhkan.

Itulah beberapa amalan yang dapat dilakukan seorang wanita ketika ia sedang haid atau datang bulan. Sebenarnya masih banyak lagi amalan – amalan yang dapat dilakukan yang pastinya untuk kebaikannya.

Setelah selesai haid seorang wanita harus mandi wajib dan ini adalah Doa Mandi Wajib

Hadist Tentang Haid

Terdapat beberapa hadist tentang haid dan amalan – amalan kebaikan saat sedang haid, yaitu :

Allah SWT berfirman dalam QS Al – ‘Asr ayat 1 – 3 :

وَالْعَصْرِۙ

Wal ‘asr,

Demi masa, (QS Al – ‘Asr : 1)

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

innal insaana lafii khusr,

sungguh, manusia berada di dalam kerugian, (QS Al – ‘Asr : 2)

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

illallaziia aamanu wa ‘amilus saalihatii wa tawaasau bil haqqi wa tawaasau bis sabr.

Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS Al – ‘Asr : 3)

Allah SWT berfirman dalam QS Al – Hijr ayat 99 :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ

Wa’bud rabbaka hattaa ya ‘tiyakal yaqiin.

Artinya :

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin bahwa ajal akan datang kepadamu.” (QS Al – Hijr : 99)

Allah SWT berfirman dalam QS Al – Waqi’ah ayat 79 :

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

Laa yamassuhuu illal mutahharun.

Artinya :

“Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba – hamba yang disucikan.” (QS Al – Waqi’ah : 79)

Allah SWT berfirma dalam QS An – Nisa’ ayat 43 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْا ۗوَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا

Yaa ayyuhallaziina aamanu laa taqrabus salaata wa antum sukaaraa hatta ta’lamu ma taquluna wa laa junuban illaa ‘abirii sabiilin hattaa tagtasilu.

Wa ing kuntum mardaa au ‘alaa safatin au jaa’a ahadum mingkum minal gaa’iti au laamastumun nisaa’a fa lam tajiidu maa’an fa tayammamu sa’idan tayyiban famasahu biwajuhikum wa aidiikum, innallaaha kaana ‘afuwwun gafuraa.

Artinya :

“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula kamu menghampiri masjid ketika kamu dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi junub.

Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik atau suci dan usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.” (QS An – Nisa’ : 43)

Allah SWT berfirman dalam QS Al – Baqarah ayat 222 :

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Wa yas’alụnaka ‘anil mahid, qul huwa azan fa’tazilun nisaa’a fil mahiidi wa laa taqrabuhunna hattaa yat hurn, fa izaa tatahharna fa’tuhunna min haisuu amarakumullaah, innallaaha yuhibbut tawwaabiina wa yuhibbul mutatahhiriin.

Artinya :

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor.’ Karena itu jauhilah istri pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan ketentuan yang diperintahkan Allah SWT kepadamu. Sungguh, Allah SWT menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS Al -Baqarah : 222)

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

“Tidak boleh menyentuh Al – Qur’an kecuali engkau dalam keadaan suci.” (HR Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari Abu Said RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

“Bukankah bila si wanita haid ia tidak sholat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Rasulullah SAW :

Aisyah pernah mengalami haid ketika berhaji. Kemudian Rasulullah SAW memberikan panduan kepadanya :

فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

“Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah sampai engkau suci.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Janganlah wanita dalam haid dan orang yang berjunub membaca sesuatupun ayat dari Al – Qur’an.” (HR Imam at – Tirmizi dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar :

لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئاً من القرآن

“Wanita yang sedang haid dan yang sedang junub tidak boleh membaca Al – Qur’an.”

Fatwa Islam :

الحائض تفعل جميع العبادات إلا الصلاة والصيام والطواف بالكعبة والاعتكاف في المسجد

“Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah, kecuali sholat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tikaf di masjid.” (Fatwa Islam no. 26753)

Fatawa Islamiyah :

لا حرج أن تقرأ الحائض والنفساء الأدعية المكتوبة في مناسك الحج

“Tidak masalah, wanita haid atau nifas untuk membaca doa – doa dalam buku ketika manasik haji.” (Fatawa Islamiyah, 1/239)

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai amalan apa saja yang dapat dilakukan seorang wanita ketika ia sedang haid atau datang bulan dan beberapa hadist dari firman Allah SWT atau dari sabda Rasulullah SAW.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih 🙂

Referensi:

shafiqolbu.wordpress.com/2013/08/05/35-amalan-sunat-ketika-kaum-hawa-haid-dan-nifas

Doa Ruqyah

haneenakira
4 min read

Doa Kamilin

haneenakira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *