Doa Walimah

4 min read

Doa walimah adalah doa yang dipanjatkan ketika kita menghadiri suatu acara yang gunanya untuk mendoakan untuk kebahagiaan bagi pemilik walimah dan para tamu undangannya.

Walimah sendiri di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti perjamuan. Walimah ini identik dengan pesta pernikahan yang biasa disebut juga sebagai walimatul ursy.

Namun pada dasarnya walimah tidak hanya tentang pernikahan. Melainkan juga untuk kelahiran seseorang yang biasa disebut sebagai walimatul aqiqah. Dan juga dapat untuk sunatan yang disebut juga sebagai walimaatul khitan.

Walimah diadakan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah melancarkan sebuah acara yang kita gelar atau dengan kata lain walimah berarti syukuran.

Hukum dari walimah adalah sunah, jadi jika dilakukan maka kita akan mendapatkan pahala dan jika tidak dilakukan pun kita tidak akan mendapatkan dosa.

Doa Walimah

Walimah itu ada 3 macam, yaitu :

1. Walimah yang terkait syariah, walimah ini di bagi menjadi 3, yaitu :

Walimatul Ursy (Pernikahan)

Walimatul ursy adalah sebutan untuk acara walimah pada pesta pernikahan. Tujuannya untuk mendoakan kedua mempelai dalam membina bahtera rumah tangga di kemudian hari.

Semoga rumah tangganya langgeng sampai kakek nenek sampai maut memisahkan dan bahkan sampai di akhirat kelak. Berikut adalah doa walimatul ursy :

doa untuk pengantin yang shahih

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair.

Artinya :

“Semoga Allah SWT memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu. Dan semoga Allah SWT mempersatukan kalian berdua di dalam kebaikan.”

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُم،ْ وَارْحَمْهُمْ

Allahumma baarak lahum fiimaa razaqtahum waghfir lahum war hamhum.

Artinya :

“Ya Allah berkahilah apa – apa yang Engkau karuniakan kepada mereka, ampunilah mereka dan sayangilah mereka.” (HR Ahmad)

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

Afthara ‘indakumush shaaimuun, wa akala tha’aamakumul abrar, wa shalat ‘alaikumul malaaikah.

Artinya :

“Telah berbuka disisi kalian orang – orang yang berpuasa dan telah menyantap makanan kalian orang – orang yang baik dan para malaikat telah mendoakan kalian.” (HR Ahmad, Abu Dawud, al – Baihaqi, dan an – Nisa’i)

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

Allahumma ath’im man ath’amanii, wasqi man safaanii.

Artinya :

“Ya Allah, berikanlah makan kepada orang yang memberi makan kepadaku, dan berikanlah minum kepada orang yang memberi minum kepadaku.” (HR Muslim dan Ahmad)

Walimatul Aqiqah (Kelahiran Seorang Anak)

Walimatul aqiqah adalah sebutan untuk acara walimah untuk kelahiran seorang anak. Tujuannya untuk mendoakan anak tersebut semoga menjadi anak yang sholeh maupun sholehah.

Berikut adalah doa walimatul aqiqah :

doa untuk pengantin baru lengkap

اني اعيذك بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة

Innii u’iidzuka bikalimatillaahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammah.

Artinya :

“Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan serta gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.”

Walimatul Khitan (Sunatan Anak Laki – laki)

Walimatul khitan adalah sebutan untuk acara walimah untuk sunatan anak laki – laki. Tujuannya untuk mendoakan anak laki – laki tersebut agar menjadi anak yang sholeh.

Berikut adalah doa walimatul khitan :

kumpulan doa pengantin

للهم وَفِّقْنَا ِلاجْتِلاَبِ الْفَضَائِلِ وَجَنِّبْنَا مِنْ اِقْتِرَاحِ الرَّذَائِلِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اَعْذَارَنَا وَسَلِّمْ اُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ مَخْتُوْنَنَا وَاقْضِ دُيُوْنَنَا وَبَلِّغْ اَمَالَنَا وَوَسِّعْ اَرْزَاقَنَا وَجُوْدِكَ يَاجَوَّادُ. اِنَّكَ عَلى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ يَا نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya :

“Ya Allah berilah kami pertolongan untuk memperoleh keutamaan – keutamaan dan jauhkan kami dari melakukan hal – hal yang hina. Terimalah khitan kami, selamatkanlah urusan – urusan kami, sembuhkanlah dari sakit sehabis khitan ini. Bayarkanlah hutang – hutang kami, jadikanlah cita – cita kami, lapangkanlah rezeki kami dengan kemurahan-Mu wahai Dzat Yang Maha Memberi.

Sesungguhnya Engkau berkuasa terhadap apa yang Engkau kehendaki. Wahai sebaik – baiknya majikan dan sebaik – baik penolong. Maha Suci Allah Tuhan yang memiliki kesucian dari segala sifat rendah yang mereka lekatkan. Dan kesejahteraan bagi para utusan Allah dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.”

2. Walimah yang terikat dengan adat, seperti syukuran untuk rumah baru, mobil baru, motor baru, peresmian kantor baru, dan masih banyak lagi macamnya. Walimah ini sesuai dengan adat yang ada di tempat tersebut.

3. Walimah yang dilarang, seperti mengadakan syukuran disaat sedang berduka baik kecelakaan ataupun saat ada yang meninggal dunia.

Berikut adalah Doa Pernikahan sebelum acara walimah diadakan.

Hal Tentang Walimah

Beberapa hal tentang walimah yang harus di ketahui, yaitu :

  1. Mengundang orang – orang yang sholeh, baik orang tersebut kaya maupun miskin.
  2. Sebagai orang yang diundang ke acara walimah, maka ia wajib untuk memenuhi undangan tersebut (wajib datang). Kecuali untu orang – orang yang sedang dalam perjalanan atau orang – orang yang benar – benar sibuk.
  3. Seseorang yang diundang tidak boleh mengajak orang lain yang tidak diundang oleh tuan rumah.
  4. Seseorang yang diundang harus mendoakan tuan rumah sesuai hajat yang sedang dijadikan topik dari walimah.

Hadist Walimah

Terdapat beberapa hadist yang menjelaskan tentang walimah, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda :

أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

”Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Rasulullah SAW bersabda :

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى إِلَيْهَا اْلأَغْنِيَاءُ ويُتْرَكُ الْمَسَاكِيْنُ، فَمَنْ لَمْ يَأْتِ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ

“Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang – orang kaya saja untuk makan. Sedangkan orang – orang miskin tidak diundang. Barang siapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan al – Baihaqi)

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِيٌّ

“Janganlah engkau bergaul melainkan dengan orang – orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang – orang yang bertaqwa.” (HR Abu Dawud, at – Tirmidzi, al – Hakim, dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا

“Jika salah seorang dari kamu diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah!” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ، وَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ. يَعْنِى اَلدُّعَاءَ

“Apabila seseorang dari kalian diundang makan, maka penuhilah undangan itu. Apabila ia tidak berpuasa, maka makanlah hidangan yang disediakan, tetapi jika ia sedang berpuasa, maka hendaklah ia mendoakan orang yang mengundangnya.” (HR Muslim dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :

فَصْلُ مَا بَيْنَ الْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِي النِّكَاحِ

“Pembeda antara perkara halal dengan yang haram pada pesta pernikahan adalah rebana dan nyanyian yang dimainkan oleh anak – anak kecil.” (HR an – Nisa’i dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda :

يَا عَائِشَةُ، مَا كَانَ مَعَكُمْ لَهْوٌ؟ فَإِنَّ اْلأَنْصَارَ يُعْجِبُهُمُ اللَّهْوُ

“Wahai ‘Aisyah, apakah ada hiburan yang menyertai kalian? Sebab, orang – orang Anshar suka kepada hiburan.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda :

“Apakah kalian mengirimkan bersamanya seorang gadis yang masih kecil untuk memukul rebana dan menyanyi?”

Aisyah bertanya : ‘Apa yang dia nyanyikan?’

Rasulullah SAW menjawab : ‘Dia mengucapkan :

أَتَيْنَاكُـمْ أَتَـيْنَاكُـمْ فَحَـيُّوْنَا نُحَيِّيْكُـمْ
لَوْ لاَ الذَّهَبُ اْلأَحْـمَرُ مَا حَلَّتْ بِوَادِيْكُـمْ
لَوْ لاَ الْحِنْطَةُ السَّمْـرَاءُ مَا سَمِنَتْ عَذَارِيْكُمْ

Yang artinya :

Kami datang kepada kalian, kami datang kepada kalian
Hormatilah kami, maka kami hormati kalian
Seandainya bukan karena emas merah
Niscaya kampung kalian tidaklah mempesona
Seandainya bukan gandum berwarna coklat
Niscaya gadis kalian tidaklah menjadi gemuk’.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :

أَعْلِنُوا النِّكَاحَ

“Umumkanlah dan meriahkanlah pernikahan.” (HR Ibnu Hibban)

Dari Abu Mas’ud al – Anshari, ia mengatakan :

“Ada seorang pria yang baru saja menetap di Madinah bernama Syu’aib, ia punya seorang anak penjual daging.

Ia berkata kepada anaknya : ‘Buatlah makanan karena aku akan mengundang Rasulullah SAW.’

Rasulullah SAW datang bersama empat orang disertai seseorang yang tidak diundang.

Rasulullah SAW bersabda : ‘Engkau mengundang aku bersama empat orang lainnya. Dan orang ini ikut bersama kami. Jika engkau izinkan biarlah ia ikut makan, jika tidak maka aku suruh pulang’.

Syu’aib menjawab : ‘Tentu, saya mengizinkannya’.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Dari Atha’ bahwa Ibnu Abbas RA pernah diundang acara walimah, sementara dia sendiri sibuk membereskan urusan pengairan. Dia berkata kepada orang – orang :

“Datangilah undangan saudara kalian, sampaikanlah salamku kepadanya dan kabarkanlah bahwa aku sedang sibuk.”

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai doa walimah ini. Semoga kita termasuk ke dalam orang – orang yang dapat mengadakan acara walimah untuk mendoakan yang bersangkutan.

Dan semoga artikel ini bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih 🙂

Referensi :

pasberita.com/doa-walimah

Doa Ruqyah

haneenakira
4 min read

Doa Kamilin

haneenakira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *