Doa Zakat Mal

5 min read

Doa zakat mal adalah doa yang dipanjatkan ketika kita hendak mengeluarkan zakat mal. Mulai dari doa yang berniat untuk zakat dan doa yang menerima zakat. Semua ada doanya masing – masing.

Zakat dibagi menjadi 2, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Dan yang akan dibahas kali ini adalah zakat mal.

Zakat mal berbeda dengan zakat fitrah. Mal berasal dari bahasa arab yang memiliki arti harta atau segala sesuatu yang kita miliki. Seperti uang, tanah, rumah, kendaraan, perhiasan, perkebunan, peternakan, perabotan, dan lain sebagainya.

Harta juga dapat berupa hasil intelektual, seperti harta profesi yang biasa kita dapatkan dari pekerjaan yang kita lakukan.

Ingatlah bahwa semua harta yang kita miliki itu hanya titipan dan hanya milik Allah SWT. Dengan demikian maka sebagian dari harta kita adalah harta orang lain dan kita harus (wajib) untuk berzakat.

Dengan kita berzakat maka harta kita akan bersih dan suci. Kita harus mengeluarkan zakat mal ini sebesar 2,5% dari harta yang kita miliki dan telah mencapai lebih dari 1 nishab.

Syarat Zakat

Syarat seseorang yang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut :

  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh
  4. Memiliki nishab

Pengertian Nishab

Syarat – syarat nishab adalah :

Harta tersebut di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian.

Harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab.

Menghitung nishab :

1. Nishab Emas : 85 gr emas murni

Contoh : Kita memiliki 93 gr emas yang disimpan selama satu tahun atau lebih. Maka kita wajib mengeluarkan zakat mal sebanyak 2,5%, yaitu 2,5% x 93 gr = 2,325 gr atau setara dengan harga emas tersebut.
Nishab Perak : 295 gr perak

2. Nishab Binatang Ternak :

  • Onta (5 ekor)
  • Sapi (30 ekor) dengan perincian sebagai berikut :
    Jumlah SapiJumlah yang dikeluarkan
    30-39 ekor1 ekor tabi’ atau tabi’ah
    40-59 ekor1 ekor musinah
    60 ekor2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah
    70 ekor1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah
    80 ekor2 ekor musinnah
    90 ekor3 ekor tabi’
    100 ekor2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

    Keterangan :
    – Tabi’ adalah sapi jantan yang berumur 1 tahun.
    – Tabi’ah adalah sapi betina yang berumur 1 tahun.
    – Musinnah adalah sapi betina yang berumur 2 tahun.
    – Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.

  • Kambing (40 ekor) dengan perincian sebagai berikut :
    Jumlah KambingJumlah yang Dikeluarkan
    40 ekor1 ekor kambing
    120 – 200 ekor2 ekor kambing
    201 – 300 ekor3 ekor kambing
    >301 ekorSetiap 100 ekor maka 1 ekor kambing.
  • Nishab Pertanian :
    – Jika dengan cara pengairan atau menggunakan alat untuk menyiram tanaman, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 5%.
    – Jika pengairannya diairi oleh air hujan, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 10%.
  • Nishab Barang Dagangan : (Nilai barang dagangan dengan harga beli + keuntungan bersih setelah dipotong hutang) x 2,5%.
  • Nishab Harta Karun : 1/5 dari harta karun tersebut.

Doa Zakat Mal

Doa berikut adalah doa ketika sedang berzakat :

Niat Zakat Mal

niat zakat mal beserta artinya

نويت ان احرج زكاة مالي فرضا لله تعلي

Nawaitu an ukhriza zakata maali fardhan lillahi ta’aala.

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat untuk hartaku fardhu karena Allah Ta’ala.”

Doa Zakat

Tidak ada doa khusus untuk orang yang membayarkan zakat. Kalau ada orang yang mendoakan dengan doa diterimanya amal sholeh seperti yang terdapat di firman Allah SWT yaitu QS Al – Baqarah ayat 127 :

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami amalan – amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahu.”

Doa Menerima Zakat

اجرك الله فيما اعطيت وبارك فيم ابقيت وجعله لك طهورا

Ajrakallahumma fiimaa a’thyta wa baaroka fiimaa abqayta wa ja’alahu thahuuran.

Artinya :

“Semoga Allah memberikan ganjaran berupa pahala terhadap engkau atas apa yang telah kau diberikan. Dan semoga Allah memberikan keberkahan terhadap harta yang engkau sisakan, dan menjadikannya sebagai pensuci bagi engkau.”

Penerima Zakat

Adapun siapa – siapa saja yang berhak untuk menerima zakat yang kita keluarkan, yaitu :

  1. Fakir -> Orang yang sangat sengsara di dalam hidupnya, mereka tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  2. Miskin -> Orang yang tidak cukup di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan biasanya mereka kekurangan.
  3. Pengurus Zakat (Amil Zakat) -> Orang yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf -> Orang kafir yang ada harapan untuk dapat masuk ke dalam agama Islam dan orang yang baru saja masuk agama Islam yang imannya masih lemah.
  5. Budak Mukatab -> Seorang budak yang dijanjikan merdeka oleh tuannya apabila mereka telah melunasi sebagian jumlah tebusan yang ditentukan dengan cara angsuran.
  6. Orang yang Berhutang (Ghorim) -> Orang yang berhutang untuk diri sendiri dan keluarganya, mendamaikan 2 orang yang sedang bertengkar, untuk kepentingan umum (membangun masjid, sekolah, dsb), dan untuk menanggung hutang orang lain.
  7. Sabilillah -> Orang yang berperang di jalan Allah SWT dan tidak mendapatkan gaji.
  8. Musafir (Ibnu Sabil) -> Orang yang memulai bepergian dari daerah tempat zakat atau musafir yang melewati daerah tempat zakat dengan syarat perjalanan tersebut bukan untuk maksiat dan mereka kekurangan di dalam perjalannannya itu.
Mungkin anda membutuhkan informasi mengenai Doa Zakat Fitrah

Hikmah Berzakat

Bagi orang – orang yang berzakat dengan mengeluarkan sebagian hartanya maka mereka akan mendapatkan beberapa hikmah, yaitu :

  1. Dibukakannya pintu kasih sayang dari Allah SWT.
  2. Ditambahnya keberkahan di dalam hidup.
  3. Menghilangkan sifat kikir dan pelit.
  4. Zakat juga sebagian dari upaya pencegahan atas tindak kejahatan.
  5. Meredakan amarah Allah SWT.

Hadist Doa Zakat Mal

Terdapat beberapa hadist yang membahas mengenai doa zakat mal, yaitu :

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Hadid ayat 7 :

اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ

Aaminu billaahi wa rasulihii wa anfiqu mimmaa ja’alakum mustakhlafiina fiih, fallaziina aamanu mingkum wa anfaqu lahum ajrung kabiir.

Artinya :

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.” (QS Al – Hadid : 7)

Allah SWT berfirman di dalam QS At – Taubah ayat 60 dan 103 :

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Innamas sadaqaatu lil-fuqaraa’i wal-masaakiini wal-‘aamiliina ‘alaihaa wal-mu’allafati qulubuhum wa fir-riqaabi wal-gaarimiina wa fii sabiilillaahi wabnis-sabiil, fariidatam minallaah, wallaahu ‘aliimun hakiim.

Artinya :

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS At – Taubah : 60)

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Khuz min amwaalihim sadaqatan tutahhiruhum wa tuzakkiihim bihaa wa salli ‘alaihim, inna salaataka sakanul lahum, wallaahu samii’un ‘aliim.

Artinya :

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS At – Taubah : 130)

Allah SWT berfirman di dalam QS Adz – Dzariyat ayat 19 :

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

Wa fii amwaalihim haqqul lis-saa’ili wal-mahrum.

Artinya :

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (QS Adz – Dzariyat : 19)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – An’am ayat 141 :

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖٓ اِذَآ اَثْمَرَ وَاٰتُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَادِهٖۖ وَلَا تُسْرِفُوْا ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَۙ

“Dan Dialah yang menjadikan tanaman – tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, (QS Al – An’am : 141)

Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul atau satu tahun.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat setengah dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda :

“Dan dalam zakat kambing yang digembalakan di luar, kalau sampai 40 ekor sampai 120 ekor . . .” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda :

“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Rasulullah SAW bersabda :

“Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10). Dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR Muttafaqun alaihi)

Dari An – Nawawi, ia mengatakan :

لا يصح أداء الزكاة إلا بالنية في الجملة وهذا لا خلاف فيه عندنا، وإنما الخلاف في صفة النية وتفريعها، وبوجوبها قال مالك وأبو حنيفة والثوري وأحمد وأبو ثور وداود وجماهير العلماء، وشذ عنهم الأوزاعي فقال لا تجب ويصح أداؤها بلا نية كأداء الديون

“Tidak sah menunaikan zakat kecuali disertai niat secara umum. Tidak ada perbedaan dalam masalah ini dalam madzhab kami (Syafiiyah). Perbedaan hanya terjadi pada cara niat dan merinci niat. Ulama yang berpendapat wajibnya niat adalah Imam Abu hanifah, Imam Malik, at – Tsauri, Imam Ahmad, Abu Tsaur, Daud Zahiri, dan mayoritas ulama. Yang menyimpang dari pendapat mereka adalah Imam al – Auzai, beliau berpendapat, Tidak wajib niat, dan sah menunaikan zakat tanpa disertai niat, sebagaimana seseorang menunaikan utang.” (al – Majmu’, 6 : 180)

Dari Ibnu Qudamah, ia mengatakan :

ويجوز تقديم النية على الأداء بالزمن اليسير كسائر العبادات

“Boleh mendahulukan niat beberapa saat sebelum menunaikan zakat, sebagaimana umumnya ibadah.” (al – Mughni, 2 : 502)

Dari Abdullah al – Faqih, ia mengatakan :

فلا يجوز لك أن تحسب هذا المال الذي وزعته زائدا على ما أعطاك الموكل من زكاة مالك، وذلك لأنك لم تنو عند دفعه للفقير أنه من الزكاة، والنية شرط في إجزاء الزكاة لقوله صلى الله عليه وسلم: إنما الأعمال بالنيات

“Anda tidak boleh menjadikan harta yang sudah Anda bagikan yang melebihi dari apa yang Anda berikan itu sebagai zakat harta Anda. Karena Anda belum berniat ketika menyerahkan harta itu kepada orang fakir, bahwa itu adalah zakat. Sementara niat merupakan syarat sah zakat. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang memiliki arti : ‘Sesungguhnya amal itu dinilai karena niat’.”  (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 132705)

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Abi Aufa RA, ia mengatakan :

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِصَدَقَةٍ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. وَإِنَّ أَبِي أَتَاهُ بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى.

“Jika sedekah (zakat) dibawa ke hadapan Rasulullah SAW, beliau pun berdoa yang memiliki arti : ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada mereka’. Ayahku pernah membawa sedekah zakatnya, maka Rasulullah SAW berdoa : ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa’.”

HR Bukhari :

“Di dalam hartamu ada bagian zakat yang tidak dikeluarkan maka harta yang haram (harta zakat yang tidak dikeluarkan) akan menggerogoti/menghancurkan) harta halal yang kamu miliki .” (HR. Bukhori, dari ‘Aisyah ra)

Referensi:

Doa Zakat Mal Niat Dan Jawabannya Beserta Penjelasannya

Doa Ruqyah

haneenakira
4 min read

Doa Kamilin

haneenakira
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *